Pendaki Gunung Slamet Syafiq Ali Tewas Akibat Hipotermia

Kabar duka datang dari Gunung Slamet, Jawa Tengah. Seorang pendaki bernama Syafiq Ali dilaporkan meninggal dunia akibat hipotermia saat melakukan pendakian. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan di kalangan komunitas pecinta alam dan menyoroti pentingnya keselamatan saat mendaki gunung.
Menurut keterangan dari pihak Basarnas dan tim SAR lokal, Syafiq Ali ditemukan dalam kondisi lemah dan hipotermia di ketinggian sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut. Tim SAR yang segera dikerahkan berusaha melakukan pertolongan, namun nyawa pendaki tersebut tidak tertolong.
Hipotermia merupakan kondisi ketika suhu tubuh turun drastis hingga berada di bawah batas normal, yakni 35°C. Kondisi ini biasanya terjadi akibat paparan cuaca dingin yang ekstrem, kurangnya perlengkapan hangat, atau kelelahan fisik. Gejala awal hipotermia termasuk menggigil, kebingungan, kulit pucat, dan detak jantung yang melambat. Jika tidak segera ditangani, hipotermia dapat berujung pada kematian.
Menurut pengelola jalur pendakian Gunung Slamet, cuaca saat pendakian Syafiq Ali tergolong ekstrem, dengan suhu yang sangat rendah dan angin kencang. Tim pendakian juga mengingatkan agar setiap pendaki mempersiapkan diri secara matang, termasuk membawa pakaian hangat, perlengkapan darurat, dan selalu mendaki dengan jumlah anggota yang cukup.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi para pendaki lainnya untuk selalu memprioritaskan keselamatan. Selain itu, pendakian di musim hujan atau cuaca ekstrem sebaiknya ditunda hingga kondisi lebih aman.
Komunitas pecinta alam dan pihak keluarga Syafiq Ali menyampaikan belasungkawa dan menghimbau agar semua pendaki lebih waspada. Kesadaran terhadap risiko alam adalah kunci utama untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.